Wanita Setengah Perawan Di Ayahanda

Wanita Setengah Perawan Di Ayahanda | novelasupan.com – Sikapnya berkesan cuek dan galak, sama dalam biasanya cewek Medan. Saya cari akal, bagaimanakah cara untuk ajak bicara cewek ini. Saya punya pikiran untuk meminta maaf karena akan merokok. Saat saya meminta izin merokok, Ziffa dengan senyuman manisnya mengatakan tidak berkeberatan. Seterusnya percakapan semakin dekat dan sama-sama ganti nomor HP/Whatsapp. Saya dan Ziffa selanjutnya pisah karena tujuan kami berlainan. Saya ingin ke Gaperta sedangkan Ziffa ingin ke daerah Ayahanda, rumah temannya.

Malam harinya, saya tidak sabar untuk chat whatsapp nya. Percakapan juga terjadi, cukul lama. Hampir tiap hari saya chattan. Obrolannya mulai ke arah permasalahan berpacaran dan semakin serius. Diakuinya baru putus dengan kekasihnya karena hamil. Berpura-pura berlagak suci, aku juga menasihatinya untuk tegar dan tawakal karena memanglah bukan jodohnya. Jalinan lewat chat dan telponan ini lumayan lama, sekitaran dua minggu dan hampir tiap hari saya selalu berkomunikasi dengan nya.
Mencapai minggu ke-3 , saya membulatkan tekad ajak untuk jalan. Karena saya baru saja di Medan, saya meminta diantarkan ke Sun Plaza, rupanya Ziffa tidak berkeberatan.

Wanita Setengah Perawan Di Ayahanda | novelasupan.com

Malam Minggu, saya dan Ziffa dengan sepeda motor pergi ke Sun Plaza. Saya bersandiwara polos dan menceritakan mengenai saat masa laluku, dan narasi itu kubuat sebegitu rupa hingga berkesan saya ini punyai karakter terbuka. Ia bercerita tentang masa lalunya, termasuk mengenai dianya yang telah 1/2 perawan. Di Sun Plaza, saya menghindar dari untuk menciumnya. Rupanya sikapku yang berlagak polos ini membuat ia jatuh cinta.

Masuk minggu ke-4, ia ajak aku untuk pergi jalan. Ia meminta ke Berastagi dan pergi minggu pagi. Usulnya kuterima dengan argumen saya tidak pernah ke situ (walau sebenarnya, di teritori dingin tersebut, saya kerap bawa cewek-cewek Medan). Sekitaran jam 06.00, saya sampai di satu Indomaret Ayahanda dan selang beberapa saat ia sampai di satu titik yang sudah diputuskan bersama-sama.
Singkat kata, sekitaran jam 08.30, saya dan ia sampai di Berastagi. Sesudah makan pagi, kita selanjutnya cari tempat untuk melihat-lihat panorama keindahan alam. Di Berastagi, saya menyaksikan Ziffa mulai aktif dengan menggamit tanganku. Saya berpikiran, berikut waktunya untuk keluarkan jurus terbaik, apalagi Ziffa ini termasuk wanita terlama yang saya meminta memberikan barangnya (sekitaran satu bulan).

Sesudah memperoleh tempat duduk, saya dan Ziffa selanjutnya terturut perbincangan hangat. Waktu itu, mendung makin tebal. Saya selanjutnya katakan sama Ziffa untuk cari tempat karena hujan deras sebentar lagi akan turun. Tanpa kuduga, Ziffa terima karena diakuinya suka dengan karakter keterbukaanku dan mengharap saya dapat menjadi suaminya. Tersebut kekurangan wanita, yang cepat yakin, yang pada akhirnya akan menjadi korban lelaki.

Saya dan Ziffa selanjutnya cari tempat dan tidak begitu susah untuk memperolehnya. Singkat kata, saya dan Ziffa telah sampai di satu penginapan di daerah Pariban dan kami langsung masuk ke dalam kamar. Dengan sikap jantan dan tidak terburu-buru, saya dan Ziffa selanjutnya melihat tv sekalian ngobrol-ngobrol dan sesekali menyentuh mengenai sex, khususnya saat kemaluannya di cium oleh kekasihnya dahulu. Pertanyaanku ini rupanya membuat bersalah dan janji tidak mengulang kembali, terkecuali pada calon suaminya. Dengan rayuan gombal, Ziffa terlihat yakin sekali jika saya adalah calon suaminya.


Selanjutnya kucium pipinya dan Ziffa diam saja sekalian tutup matanya. Kemudian, dengan style lembut, saya meminta izin untuk mencium bibirnya. Tidak ada jawaban, Ziffa langsung menyosor bibirku, dan tanpa dikomando bibirnya selekasnya kulumat dan tanganku menggerayangi payudara nya yang tidak besar. Saat putingnya kuraba, ia mulai bergairah. Dengan pergerakan lembut, saya mulai buka pengait BH-nya hingga terbukalah bukit kembar kepunyaannya. Sementara bibirku telah berpindah, tak lagi di bibirnya tetapi telah menjilat-jilati telinga, dan lehernya. Karena buah dadanya telah terbuka, mulutku juga berubah ke puting susunya yang telah menegang. Saat kumainkan dengan lidahku, desahan nya makin panjang. Tangan ku pun tidak tinggal diam, retsleting celana panjangnya kubuka dan tanganku menerobos masuk dan ia nampaknya diam saja.

Sekalian mainkan clitorisnya, saya terus menjilat-jilati kedua payudaranya. Saat saya rasakan kemaluannya sangat basah, saya coba buka celana panjangnya, rupanya ia mengusung bokong hingga mempermudah saya melepaskan celana panjang sekalian celana dalamnya. Sesudah lepas, tanganku juga buka pakaian kaos dan BH-nya. Dalam sekejap, Ziffa telah telanjang bundar sedang saya tetap kenakan pakaian rapi. Menyaksikan ini, Ziffa juga protes dan selekasnya buka kaos warna putih punyaku. Bersama itu juga, saya melepaskan celana panjang dan celana dalamku hingga saya dan ia sama telanjang bundar. Pada kondisi demikian, saya selanjutnya ajaknya masuk ke dalam kamar dan ia terlihat sepakat atas ajakanku. Demikian duduk di tepi kasur, saya segera serang bibirnya dan tangannya kubimbing untuk mengocok-ngocok penisku yang telah menegang berat. Sedang tanganku kembali lagi ke vaginanya yang telah becek.

Selang beberapa saat, saya mendorongnya jatuh ke kasur. Mulutku pun selekasnya telusuri bukit kembarnya. Ziffa terus-terusan mendesah dan terlihat telah pasrah. Saat saya meminta agar penisku ditempatkan, ia tidak menjawab dan cuma tangannya merengkuh leherku erat-erat. Berikut tanda-tanda ia tidak kuat. Aku juga selekasnya menindihnya dan tanganku arahkan penisku ke lubang vaginanya. Saat kudapati lubang kepuasan, selekasnya penisku ku tekan. Tetapi tidak semudah wanita lain yang dulu pernah kuajak tidur bareng, lubang vagina Ziffa benar-benar sempit sekali. Berulang-kali kucoba untuk memasukkan nya, masih gagal tembus . Sesudah lama dengan keringat membasahi badan, kepala penisku pada akhirnya dapat masuk, tetapi sesudah itu ibarat lubangnya buntet. Karena saya telah lelah, set pertama tanpa hasil itu kuhentikan. Saya dan ia selanjutnya berbaring sekalian tanganku mainkan puting susunya. Selang sesaat selanjutnya, saya dan Ziffa tertidur.

Sekitaran satu jam selanjutnya, saya terjaga karena kedinginan dan penisku tegak kembali. Saya selanjutnya mencium kening Ziffa sampai terjaga. Kemudian, saya segera melumat bibirnya yang cukup sexy. Tanganku bermain lagi di vaginanya sampai basah. Menyaksikan realita ini, saya menindihnya lagi dan coba masukkan penisku dan rupanya tidak berhasil lagi, cuma kepala penisku yang masuk. Karena berulang-kali tidak berhasil, saya selanjutnya mengusung kakinya yang kecil mulus ke atas sampai belahan vaginanya kelihatan terang. Dalam posisi ini, saya coba masukkan penisku dan kembali lagi cuma kepalanya yang masuk.

Saya selanjutnya berpikiran jika Ziffa mungkin tegang sampai otot-otot vaginanya turut tegang hingga fleksibilitas vaginanya jadi menyusut. Karenanya, saya selanjutnya diamkan saja kepala penisku tenggelam di lubang vaginanya dan saya selanjutnya membisikkan kata-kata gombal padanya.

Nampaknya, rayuanku mengena hingga kurasakan otot-otot vaginanya mulai melemas dan peluang itu kugunakan untuk memacu lagi penisku dan sukses masuk 1/2, kemudian vagina Ziffa mengeras lagi. Menyaksikan ini, saya biarkan penisku tenggelam tanpa berusaha kucabut. Rayuanku juga tidak stop. Selang beberapa saat selanjutnya, saya rasakan lagi otot vaginanya melemas dan kembali kutekan penisku sampai masuk dan keseluruhan sekitaran tiga perempat. Kemudian, otot vaginanya kembali kaku dan tidak melemas walau telah kurayu atau kubisikkan agar tidak tengang dan terima saja kondisi ini karena telah terlanjur masuk.

Karena buntet, saya berusaha mengambil penisku. Saat akan kutekan kembali, rupanya buntet. Saya selanjutnya meminta untuk santai dan pada akhirnya penisku bisa masuk tiga perempat seperti sebelumnya. Saya selanjutnya mengambil penisku dengan perlahan-lahan, demikian keluar saya memasukkan lagi, rupanya buntet kembali. Terang-terangan saya jadi kekeh . Saya lalu katakan untuk santai saja, dan jika ia santai karena itu penisku dapat masuk tiga perempatnya.

Karena pengalamanku 2 kali, saya tidak ingin mengambil tetapi langsung memutar-mutarkan penisku, dan kelihatan olehku bibirnya menyeringai dan kadang-kadang ia mendesah panjang. Kurasakan, vaginanya benar-benar basah. Saat kutanya apa sakit, ia rupanya diam saja karena itu penisku kembali kuputar-putar dan semakin lama jadi cepat, saat itu juga ia mendesah panjang dan tangannya mencekram punggungku.

Saat tersebut, ia menjerit panjang sekalian menjelaskan, “Aduh Mas, sedap Mas..”. Dengar ini, putaranku makin cepat dan selang sejumlah lama ia menjerit dengan menjelaskan hal yang masih sama. Saat saya rasakan vaginanya sangat basah, kucoba untuk mengambil penisku dari lubang vaginanya, demikian saya menekan kembali rupanya buntet kembali. Benar-benar, saya benar-benar bingung dan baru pertama ini kali saya temukan vagina semacam ini. Baca : Narasi Seks Dewasa 2018 ML di Kamar Mandi Umum

Karena telah kekeh, saya meminta ia agar menjilat-jilati penisku. Awalannya, ia menampik karena tidak biasa dan jijik. Tetapi sesudah kurayu dan saya janji akan menjilat-jilati vaginanya, ia juga sepakat. Sesudah saya membersihkan penisku, ia mulai menjilat-jilati. Awalannya, jilatannya tidak berasa karena tetap merasa jijik. Tetapi lama-lama jilatannya menarik dan Ziffa ingin masukkan penisku ke mulutnya. Pergerakannya juga lama-lama semakin kuat.

Karena saya telah terangsang dan semenjak barusan berlama-lama berusaha untuk mengebor vaginanya, aku juga merasa penisku mulai berdenyut. Tanpa kutahan (dibanding tambah pusing) aku juga keluarkan spermaku ke mulutnya. Merasa ada cairan masuk ke dalam mulutnya, Ziffa melepaskan kulumannya dan memuntahkan sperma.  Lalu mirip orang mual ingin muntah. Saya tidak perduli dan tanganku mengocok-ngocok penisku sampai spermaku banyak yang tumpah di atas kasur dan badannya.

Sesudah saya dan Ziffa membersihkan kemaluan masing-masing, selanjutnya kami berbaring di atas kasur. Selang sejumlah lama, Ziffa mintaku untuk menjilat-jilati vaginanya. Walau saya di dalam kantor populer dengan panggilan penjahat kelamin, tetapi saya tidak pernah menyosor barang punya Wanita lain, karena saya percaya wanita yang kutiduri selalu senang dengan permainan ranjangku. Keinginan itu juga kutolak lembut dengan argumen lemas dan mengantuk. Saya dan Ziffa juga pada akhirnya tertidur kembali karena kecapaian.


Setelah kami bermalam di penginapan, ke esokan harinya kami langsung pulang. Kami langsung pulang kerumah masing-masing dan melakukan aktivitas seperti biasa dengan perasaan senang.

Author: admin