Menikmati Indahnya Suara Desahan Mantan Binalku
Menikmati Indahnya Suara Desahan Mantan Binalku – Namaku Deni usia 27 dan saat ini aku berkeja di salahan satu perusahaan swasata di kotaku. Dan saat ini aku sedang menjalani hubungan dengan gadis yang bernama Sofi yang kotanya berbeda dengan kota tinggal. Selama satu tahun aku menjalin hubungan dengan Sofi gadis yang berbeda kota dengan kotaku ini, aku sering menemuinya di setiap weekend ataupun hari libur lainnya. Dan bukan hanya itu juga,sudah banyak waktu dan lainnya yang sudah aku korbankan untuknya.

Begitu juga dengan hal-hal dewasa yang sudah banyak kami lakukan. Namun belakangan ini sikap Sofi berubah secara tiba-tiba. Bahkan Sofi rela memutuskanku karena alasan ingin menikah dengan laki-laki lain yang katanya sudah di pilih orng tuanya. Selain itu laki-laki tersebut lebih baik dan mapan yang katanya juga seorang pengusaha,”ujar Sofi”. Tapi pernikahan itu tak kunjung terjadi karena calon suminya bukan seorang pengusaha sukses dan hanya seorang penipu.
Hari itu menunggu seroang wanita yaitu pacara baruku bernama Naya di depan kantornya,karena dia berkeraja di persuahaan yang berbeda denganku. Dari cafe tidak jauh dari sana aku tunggu Naya dan melihat kalau dia sudah keluar dari kantornya.
Dari balik kaca cafe aku melihat Naya bergegas masuk kedalam cafe. Dia tersenyum dan berkata “Lama ya nunggunya . . . Maaf ya ??? ” Kata Naya padaku.
“Kok telat ??? katanya pulang agak siangan” Jawabku sambil dia memegang tanganku
“Tada ada rapat kilat sayang …” balasnya. Kamipun langsung menyantap makanan sudah sudah kami pesan.
Walapun belum genap 2 bulan hubunganku ini dan belu terlalu lama mengenalnya,tapi aku tahu dia gadis baik-baik. Karena selama 2 bulan juga aku coba untuk mengajak melakukan hal-hal dewasa yang selalu di tolaknya dengan memberikan ciuman mesra saja.
Singkat cerita setelah hubunganku dengan Naya sudah beranjak 3 bulan,ada hal yang tak ku duga sebelumnya. Aku menyelikuhi Naya gadis yang manis dan cantik serta begitu perhatiannya denganku.
Ap mungkin ini karena kami tidak melakukan hal yang dewasa sehingga itu menjadi penyabab perselingkuhan ini.
Cerita itu bermula dari Sofi mantanku yang menelponku dan mengajak ingin bertemu denganku.
Karena kebetulan Sofi sudah berada di kota yang sama denganku,jadi sepulang kerja aku mengendarai mobilku untuk ke tempat tinggal Sofi setelah mengantarkan Naya kerumahnya.
Seperti yang sudah di tentukan dari percakapan telepon tadi kami bertemu di sebuah cafe di kota itu.
Ketika aku sampai,aku sudah melihat Sofi duduk sendirian di cafe itu. Dan aku langsung menghampirinya dan berkat
“Sudah lama nunggunya ya…??”
“Baru aja….” Jawab singkatnya sambil menundukan wajah,mungkin dia tak berani untuk memandang wajahku yang sudah dia hina ini.
Aku melihat Sofi sudah seperti tidak dulu,dia telihat semakin kurn saja.
“Aku mau ke rumahmu Den…” ucapnya kepadaku.
Mungkin karena rasa simpatiku saat itu, aku menurut saja dan mengiyakannya.
Sebenarnya aku sudah mempunya rumah yang minimalis dari hasil keringatku sendiri. Dan memang Sofi sudah mengetahui hal itu. Kami berduapun sampai kerumahku.
Dari sana aku langsung masuk kamar dan berganti baju,sementara Sofi sedang duduk di ruang tamu.
Saat aku keluar kulihat Sofi melihat ke arahku.
“Maaf Den,aku telah membuatmu kecewa…”Katanya dengan muka memelasnya
“Sudahl Sof…aku gpp kok,aku juga sudah lupa…jadi jangan di ingat-ingat lagi ya”
Tiba-tiba Sofi memeluk tubuhku dengan erat dan aku membalas pelukan itu sambil membelai rambut panjangnya seperti saat kami masih pacaran.

Dengan muka yang bersedih Sofi melihat dan menatapku dengan tatapan yang sulit untuk kujelaskan pada saat itu. dan pada saat itu juga kami berdua berciuman serta saling melumat bibir satu sama lain.
Dari sinilah hal ajaib terjadi,entah kapan aku dan sudah Sofi sudah tidak memakai baju lagi.
Dengan tangannya yang lebut Sofi sudah mengocok sahabatku kecilku yang kuberi nama ucok. Setelah iti dia mulai mengulum ucoku yang sudah mengeras sambil menjilat dan terkadsang menyedotnya dengan lembut hinga aku mendasah panjang.
“Ooougggghhh…Ooougggghhh….aaaagggghhhhhh…Ooougggghhh…Ooougggghhh,enak banget sayang…” Ujarku dengan mata yang sudah terpejam menikmati permainan lidah Sofi.
Saat ini aku terjatuh di kursi panjang yang ada berada di ruang tamu dan Sofi dengan semgatnya langsung menidih ucoku dan aku menolaknya dan berusaha mendoronganya.
Setelah aku beranjak setengah duduk,Sofi langsung mendorong tubuh kembali dan menindih ucokku kembali dan sleeeeeeep.
Ketika itu la aku terlarut denga rasa ini yang kurindukan sejak lama.
“Ooougggghhh…aaaagggghhhhhh…aaaagggghhhhhh,kamu..kenapa nolak sih..aku rindu kita begini tau…”Ujarnya Sofi dengan gaya penunggang kudanya yang berapi-api itu.
Mendengar ucapannya aku sudah tidak bertenaga untuk menolaknya,karena jujur saja rasa ini juga yang kurindukan saat masih bersamanya.
Akupun tidak akan kalah dengan semengatnya,dengan semangat aku menancapkan ucokku dengan sekuat tenaga.
Dia merngkuh erat tubuhku sambil menggoyankan pinggunya dengan liar.
“Aaaauuwwwww…aaaagggghhhhhh….aaaagggghhhhhh…Ooougggghhh”. desahan yang terdengar nikmat di telingaku.
Mendengar desahan ini,semua darahku mulai mendidih dan mulai membalikan tubuh Sofi. Kini posisi Sofi sudah terbaring di sofa denga wajah s**ngenya. Aku mulai mendirikan kuda-kuda terkuatku,menghantap ucoku ke lembah kenikmatan Sofi dengan keras dan penuh semangat.
Ooougggghhh…aaaagggghhhhhh….aaaagggghhhhhh…aaaagggghhhhhh…ya..ya..terus sayang”.Desahan Sofi kian menjadi.
Aaauuuwwww…Den…Ooougggghhh…Ooougggghhh…aku keluarrrrr…” Ujar Sofi menikmatinya.
aaaagggghhhhhh…iya…aku juga…Ooougggghhh…Ooougggghhh…aaaagggghhhhhh..sofffff”.tak lama dari itu aku juga sampi klimaks dan merasakan kenikmatan yang sangat kurindukan.
Dengan posisi ucokku masih menekan kedalam lembah kenikmati Sofi dan menumpahkan semuanya kedalam aku tekulai lemas,Sofi sambil memluku dengan mesra dengan posisi kakinya yang mengunci bokongku.
Dengan mesra Sofi mencium dan memeluk mesra,dan malam itu Sofi menginap di rumahku,bahkan 30 menit setelah itu kami masih melanjutkannya kembali hingga semua sampi danging dan tulang ini mau pisah rasanya,namu tetap menikmati nikmatnya malam itu.
Walau hal ini tak bisa kuhindari,tapi sebenarnya aku memiliki rasa ketakutan terhadap Naya jika ia sampai mengetahui perbuatanku ini. Tak terbayangku betapa hancur perasaan dan hatinya. Dan hingga saat ini aku masih menyimpan dan sangat berhati-hati untuk menjaga rashasia ini agar tidak ketahuan.
Tapi di sisi lain aku tahu Sofi sudah mengatahui bahwa hubungan ku dengan Naya adalah pacaran. Karena itu lah selama ini dia tidak pernah menuntut apapun dariku. Walau sekarang ini keadaan terasa aneh untukku dan aku menukmatinya karena Sofi selalu ke rumahku jika ingin melakukan hal itu.








