Sang Dosen | novelasupan.com – Ini adalah pengalamakun tahun lalu saat aku berkuliah. Pada saat itu aku sudah berada di tinggkat 3 yang telah menyelesaikan semester 5 dan lanjut ke semester 6.
Untuk jarak rumah ke kampus sebenarnya tidak terlalu jauh, jaraknya sekitar 20 km atau 40-45 menit dengan menggunakan motor.
Sang Dosen | novelasupan.com
Karena aku anak bungsu yang pada dasar sudah biasa di manjakan di rumah, aku memutuskan untuk kost agar bisa mandiri. Dan alasan lainnya adalah karena banyak aktivitas dari kampus, yang mengaruskanku untuk pulang terlalu malam bahkan berakat terlalu pagi.
Untuk pengeluaran pembayaran kostku, aku bayar sendiri dan jarang meminta ke orang tua bahkan uang sakukupun hampir tidak pernah minta. Karena saat itu aku bisa menghasilkan uang yang cukup dari internet untuk memenuhi kebutuhanku.
Setelah liburan semester berakhir, aku kembali ke kampus untuk pengambilan jadwal (sistem pengambilan matakuliah di kampusku sudah di tentukan). Jadi setiap semesternya kita hanya bisa menerima matukul, sks dan praktik yang sudah di tentukan oleh pihak kampus).
Ada 2 teman kelasku yang tinggal satu kost_an dengaku dan tempatnya bebas untuk cowok dan cewek. Untuk jam malam juga di bebaskan, karena sang pemilik memberikan kunci gerbang ke masing-masing penghuni maka dari itu aku memilih tempat ini.
Keesokan hari setelah sampai di kost_an, aku ngobrol dengan kedua siluman lubang m*m*k yang kuceritakan tadi yaitu teman kelas ku tadi. Nama kedua temanku tadi adalah Irham dan Udin. Kami ngobrol di kamar Irham, karena cuma dia yang punya tv jadi bisa sekalian nonton juga.
“eh cuk banyak juga ya matkul semeter sekarang” ucap Irham sembali melihat jadwalnya
“La,ia ya…anjirrr…Eh btw ada beberapa dosen baru juga yang baru ku tau ya” ucap ku sambil melihat jadwal dari hp.
“Eh iya cuk btw gw denger2 ada dosen baru yg masih muda plus cantik ngajar di kampus kita… Kalo gasalah namanyaaa… Eh ini nih ternyata kita kebagian kelas dia” timpal Udin yg ikutan buka jadwal juga.
Temanku Udin ini aktif banget di kampus, dia juga salah satu ketua UKM di kampusku. Jadi melalui udin kami sering mendapatkan info tentang aktivitas yang ada di kampus.
Sang Dosen | novelasupan.com
Namanya adalah Devira sang dosen muda yang katanya cantik di kampusku itu. Beliau mengajar mata kuliah manajemen untuk kelas kita di semester ini. Umur Bu Devira saat itu masih sangat muda yaitu baru 24 tahun dan hanya berbeda 4 tahun dariku.
Aku berpikir “kok bisa cewek semuda ini jadi dosen di kampusku?? padahal setahu untuk jadi dosen di kampus ini minimal bertitle S2. Tapi setelah ku ingat-ingat, kalau kampusku ini memang sedang ada masalah internal yang mengakibatkan dosennya keluar. Sehingga pihak kampus menerima sata atau dua dosen yang masih S1 untuk mengajara di semester baru yang sudah mepet.

Tepat hari senin akupun pergi ke kampus untuk memulai perkuliahan awal semester. Jarak kostku ke kampus cukup dekat, 3 – 5 menit dengan kendaraan bermotor sudah sampai di kampus. Perkuliahanpun berjalan seperti biasa, sama seperti perkuliahan awal semester lainya yang hanya perkenalan dari dosen yg baru pertama kali dapet di kelasku dan perkenalan2 materi yg akan di bahas pada semester ini.
Lanjut di hari kami pukul 09.00 wib aku tiba di kampus langsung menujut kantin yang di sana sudah ada beberapa teman kelasku yang sudah nongkrong lebih dulu. Sebenarnya jadwal kuliah mulai pukul 10.00 wib, namun aku dan teman yang lain memang sudah terbiasa datang lebih awal untuk sekedar nongkrong atau main game sambil cuci mata liat primadona-primadona kampus.
“wih…gila pada rajin-rajin banget dah” ucapku sambil menghampiri mereka
“kamu tahukan ini awal semester…hahaha” jawab satah satu temanku yang sejak tadi sudah nongrong sambil bermain game
“Bu, bikini gooday freeze satu dong” ucapku ke bu kanti yang sudah akrab
“Bikini sendiri aja dek,ibu lagi sibuk bikin sarapan Pak Udin noh” balas bu kantin sambil membuat makanan
“Siap,berarti aku bayar setengah ya karena bikin sendir” jawabku yang memang sering bercanda dengan bu kantin yang sambil tertawa mendengarnya
Sang Dosen | novelasupan.com
“Kamu dah makan belum dek??mau sekali gk??” tanya bu kantin kembali
“Ngga buk,kebetulan aku sudah sarapan di kost_an” jawabku sambil menghampiran teman-temanku yang saat itu aku sudah selesai membuat kopi
“Emang beneran canti bangst…” Ucap salah satu temanku
Cara obrolan kita memang kasar bahkan terdengar jorok, namun kami semua paham kata-kata kasar yang kami lontarkan adalah hal biasa untuk menandakan pertemanan kita sudah dekat.
“Ia cuk gilan emang cantik dah…Tokednya lumayan la… aku sempat lihat dia kemaren pas mau balik” Kata Adi menambahkan komentar tentang Bu Devira.
“Wah annjinnng, enak tu di bawa kekost_an” tambah Daus berkomentar
“Tapi dengar-dengar dari adek tingkat, dia tuh dosen tegas malah ada yang yang bilang galak juga” tambah Adi
“Duhh,anjjjingg…jadi penasaran gini aku” jawabku sambil di iringi tawa kami semua
Pukul 09.50 wib akhirnya kami masuk ke ruang kelas yang sudah di tentukan. Setelah kami masuk kelas, sang dosen belum ada sepertinya jadi kami duduk dulu di kursi masing-masih sambil hidupkan AC untuk ngadem.
“assalamualaikum”
Terdengar suara yang sangat lembut menurutkan dan aku tahu itu bukan suara cewe teman sekelasku, Aku langsug reflesk melihat kebelakang sambil sedikit kaget
“Gila..cantik bangettt..ini seriusan dosen yang modelan gini…” ucapku dalam hati
“waalaikumsalam” semua yang ada di kelas menjawab serempak
Akhirnya terlihat sosok dosen yang belakangan ini kami sering bincangkan. Wajahnya cantik malah lebih ke manis menurutku. Di masuk sambil tersenyum manis dengan hiasan lesum pipi yang ada di pipinya.
Dia menggunakan kemeja putih yang sedikit ketat sehingga meperlihatkan lekuk dari dadanya. Dan aku sempat terfokus ke area itu yang ku perkirakan berukuran 34C yang menurutku sangat pas untuku, tidak toge ataupun tocil.
Kemudian di sandingankan dengan rok lipat panjang berwarna krem yang tidak begitu longgar, sehingga menampilkan lekuk pinggul dan pantatnya. Dengan jilbab yang senada dengan waran roknya membuatnya semakin cantik dan elegan menurutku.
Sang Dosen | Cersex Hijaber
Saat ia duduk di meja dosen, iapun memperkenalkan dirinya kepada kami semua. Nama lengkapnya adalah Devira Anggraini (sudah di pelesetkan ya guess) berasal dari kota Bandung dan baru satu tahun tinggal di kota ini.
Dia tinggal tidak terlalu jauh dari sekitar kampus yang kurang lebih waktu tempuh ke kampus dari tempat tinggalnya kurang lebih 15 menit. Bu Devira juga menjelaskan bahwa ia masih S1 dan sedang melanjutkan jenjang S2 di salah satu kampus kota ini.
Aku yang sedari tadi memandang wajahnya sambil mendengarkannya menjelakan, akhirnya aku sedikit melamun juga membayakan dia di rumah tanpa jilabnya. Bahkan aku sempat membayakannya telanjang dan sehelai benangpun. Akhirnya lamunanku tersedar karena temanku minta kertas dan mengajakku ngobrol.
Setelah Ibu Devira menjelaskan semua profilnya, ia pun menjelaskan dasar-dasar materi yang di ajarakan nanti. Aku yang ingin mencatat poin-poin penting jadi kurang fokus karena melihat cantik wajahnya.
Ada satu kejadian di mana temanku yang ngobrol dengan teman sebangkunya di amuk oleh Bu Devira saat menjelaskan. Mereka berdua kena marah oleh Bu Devira dengan membentak dan dengan nada ya keras, saat itu juga aku melihat 2 temanku si manusia pentol korek api terdiam dan melihat Bu Devira marah cukup membuat ku kaget.
“Wah gila…ternyata benar kalau Bu Devira ini tegas dan cenderung galak saat mengajar” ujarku dalam hati
Pukul 11.30 jam pelajaran pun usai dan Bu Devira yang cantik tapi tegas ini menutup kelasnya hari ini. Aku punya rencana ingin ngobrol dengan walau hanya sebentar saja. Setelah semua temanku sudah pada merapikan tas dll, akhirnya mereka keluar satu per satu, sementara aku masih sibuk merapikan barang-barangku. Setelah semua keluar, akupun mendekai meja Bu Devira.
Sang Dosen | Cersex Terbaru 2026
“Bu punten, boleh naya dikit gk soal pelajaran tadi” tanyaku
“Loh, emang kamu gk perhatikan yang ibu jelaskan tadi?” ujarnya dengan nada tegas
“Memperhatikan sih bu, tapi ada beberap poin yang saya masih kurang mengerti” lanjutku mencari alasan
“Pas tanya jawab tadi kenapa kamu gk nanya??” tanya Ibu Devira kembali
“Maaf bu, saya gk enak sama teman yang lain…mereka lagi asyik bertanya ke ibu dan jam juga sudah habis…dan saya gk enak menambah pertanyaan” jawabku sesopan mungkin agar ia tidak marah
“Yaudah kamu wa saya aja untuk poin yang ingin kami tanyakan tadi” ujarnya kembali
“Kamu sudah save kan WA ibu” tambahnya kembali sambil tersenyum
“Manisnyyooo…” teriaku dalam hati
“hmm…anu bu..Maaf..saya lupa save no ibu, karena tadi fokus ke penjelasan ibu” jawabku ngeles

“hmm yaudah nih aku kasih lagi ya” sambil mengambil hp dari mejanya
Aku kaget dan melamun sebentar setelah mendengarnya mengucapkan “aku”.
“Eh pakai nomer pribadi saya aja nih…kalau pakai nomor yang biasa saya kasih ke mahasiswa jarang di baca, soalnya menupuk juga chatnya…kasihan kamunya kalau ingin tanya tapi saya slow respin kan” Ucapnya dengan nada santai dan lembut
Hal ini tentu membuatku bertambah kaget lagi, siap yang sangka aku bakal di kasih no pribadinya langsung dari orangnya. Ini pertanda kalau akau bisa chat-chatan dengannya selayak keluarga dan teman-temannya.
“Bo.. Boleh bu.. Eh maksudnya emang boleh bu?” ucap ku sambil gugup. sambil berpikir juga sepertinya tadi bu Devira menyebut “aku” itu hanya karena keceplosan deh buktinya sekarang formal lagi.
“Eh kamu knp kok gugup gitu sih haha.. Iya boleh kok kan ini saya yang menawarkan, tapi ingat jangan di sebarkan ke yang lain ya bahkan teman kelas kamu.. Kalau sampai tersebar berarti dari kamu ya, nilai kamu ya yg jadi taruhan nya” ucap bu Devira sambil tertawa kecil dan di akhiri ancaman kecil nya.
Sang Dosen | Kisah Nyata
“Ya udah nih.. Eh nama kamu siapa tadi? Ibu lupa” sambil melihatkan layar hp nya kepadaku dan langsung ku save no nya.
“Evans bu” jawabku
“Oh iya Evans.. Udah kan? Ya udah nanti kamu wa aja ya dengan nama kamu nanti saya save juga” ucap bu Devira sambil menaruh hp nya di meja dan kembali merapihkan barang nya yg sempat terhenti gara2 gw ajak ngobrol.
“Okee.. Ya udah kamu mau balik apa tetap di kelas ini? Saya mau keluar dulu kalo kamu masih memakai kelas ini..” ucapnya sambil berdiri ingin pulang
“Eh iya bu saya juga mau keluar kok” sambil aku menyodorkan tangan dengan maksud salim ke bu Devira
“Ya udah ibu duluan ya Evans.. Assalamualaikum” ucap bu Devira dengan senyuman manisnya seraya meninggalkan ruang kelas yg hanya berisikan kita berdua itu.
“Waalaikum salam”
Setelah keluar dari kelas, aku ngerasa seneng banget dengan awal perkenalan dengan bu Devira sang “sosok sempurna” ini di mata ku. Akhirnya aku menghampiri temen-temen yg udh pada nongkrong di kantin dan mereka menanyakan kenapa aku lama banget di kelas dan habis ngapain aja sama bu Devira. Aku cuma bisa ngeles aja dan masih sambil dalam keadaan seneng banget karena aku yakin kalau aku pasti bisa lebih deket sama bu Devira.
Tak terasa haripun semakin sore dan kami pun pulang kembali ke rumah masing-masing. Sesampainya di kosan, aku langsung ganti baju pakai celana kolor se paha & pakai kaos oblong. AKu buka dah tuh laptop kentangku dan mulai membuat sesuatu untuk internet. (biasanya gw kalo udah bikin konten begini bisa menghabiskan waktu berjam-jam).
Sang Dosen | KISAH ABG
Oh iya gw mau sedikit menggambarkan kosan yang gw tempati ini. Bentuk kosanku ini bukan rumah yang di jadikan kosan, tapi sepertinya emang sengaja sang pemilik membuat bangunan ini menjadi kosan. Bentuk nya seperti kontrakan kecil dengan kamar-kamar hampir seperti huruf “U”, di lengkapi kamar mandi dalam dan dengan halaman yang luas tentunya sehingga bisa menampung motor dan beberapa mobil para penghuni kosan.. Di sebelah nya ada rumah besar 2 lantai milik bapak & ibu kos kita.
Aku sebenarnya betah di kosan ini.. karena selain aku punya temen kelas yg ngekos di sini, tetangga di sini juga pada baik dan tidak jarang kita berbagi obrolan dan makanan hehe.








